Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Maret 2010

Untukmu Negeriku

Oleh: Romald Kahardi

Aku bangga bangsaku
Indonesia tumpah darahku
kemilau indah tanah pertiwi
menggelorakan jiwa dan nurani

Aku bangga bangsaku
Elok rukun damai
Pluralitas tumbuh subur
Tiada bumi bertirai dua
nusa satu
bangsa satu
tujuan satu
Indonesia jaya

Kemanapun aku berpijak
Indonesiaku tetap jaya
Tiada batak
tiada flores
tiada ambon
tiada papua
tiada katolik
tiada islam
tiada buddha
tiada hindu
semua jadi satu
satu dalam citra
satu dalam nama
Indonesia
Negeri serba tumbuh
negeri serba toleran

INdonesia
bumi impian
negeri harapan
tanah terjanji
tumpah darah
nusa penuh impian
bangsa penuh panorama
tanah kemilau indah
elok tiada banding
satu di tengah dunia
jayalah negeriku
jayalah bangsaku
Harapan nan rupawan
cita-cita nan luhur
dari rahim anak negeri
jayalah bangsaku

Doaku
biarkan bangsa ini
hidup tenteram
damai
Penuh sukacita
menghargai keragaman
toleran dalam perbedasan
satu dalam cita
Indonesia jaya!

Puisi Kehidupan

Oleh: Romald Kahardi
Hari selalu berganti
Siang - malam berlalu
ganti silih berganti
Roda bumi berputar
itulah dunia kehidupan.

Ada canda
ada tawa
tutur tegur dan sapa
ada salam
selamat, jumpa dan pisah
Itulah kehidupan

Ada melodi
lirik dan lagu
Berdendang ria
mengisi kekosongan jiwa
itulah kehidupan

Goresan pena
menukik jiwa
Jiwa meronta
meluapkan kata
terucap tanya
sedang apa
kapan
Mengapa dengan ini dan itu
itulah kehidupan

Ada suka
ada duka
kecemasan dan keperihan
senyum tanda ceria
berbinar dari hati ke hati
itulah kehidupan!

Hati selalu tanya
ada apa
bagaimana
kemana arah tujuan hisup
Entahkah hidup ini bermakna
berfaedah
untuk kehidupan?

Guratan puisi
olahan jiwa
tertuang dalam kertas putih
kertas penuh coretan
terukir kata dan kalimat
inilah puisi kehidupan

Dimana insan berkiprah
di sana hidup berhinggap
dimana kata terucap
di situ tegus sapa terucap
di situ tegur sapa bercanda
Dimana kata tak terucap
di situ diam bicara
Bicara dalam keheningan
itulah kehidupan

Kehidupan selalu mengalir
mengalir dalam waktu
di antara ada dan tiada
di antara tanya dan jawab
di antara bumi dan langit
semua serba ada
inilah kehidupan
hidup harus dimakna
biar bermakna buat yang lain
Hidup untuk semua
Itulah kehidupan!

Sabtu, 20 Maret 2010

TANYA DALAM SEPI

By: Romald kahardi

Bangun pagi
tanpa kata terucap
tiada doa terpanjatkan
tiada sapa terucap

semua serba diam
serba sepi
menyeremkan
menyebelkan
bagi ditengah rimba

Bangun pagi
terus mandi
empasan air membercik ria
menampar tubuh riak

Bangun pagi
sapaan alam tak terjawab
bagai bertepuk dalam hayal
pingin hati berteriak lirih
ada apa kata tak terucap
sapa tak tertanya
entahkah semuanya berlalu?

Doaku
pintaku
moga
badai kebisuan ini cepat berlalu
dari balik nuraniku
AMIN!

Senin, 11 Januari 2010

Untukmu Indonesiaku

By: Romald Kahardi

Badai demi badai menerjang ibu pertiwi
Indonesia tetap tegak berdiri
Tangisan anak negeri membelah nurani
Pesona bangsaku tetaplah jaya

Deraian air mata mengalir tak berujung
Indonesia tetap tegar berdiri
Itulah Indonesiaku
Indonesia raya
Tanah Air beta
Tanah Tumpah daraku

Untukmu Indonesiaku
Tetaplah berdiri
Di bawah tiang bendera
Merah Putih
Dalam gengggaman cakram Garuda
Kau Padukan semangat insan pertiwi!

Selasa, 03 November 2009

Kutulis untukmu kesatria bangsa

By: Romald Kahardi

Kutulis untukmu
Wahai kesatria bangsa
pengaman masyarakat
besarkan hatimu
pantangkan kilafmu
bangun kekuatanmu
'tuk buktikan kebenaran

Kutulis untukmu
bagimu kusuma bangsa
mekarkan senyummu
bangkitkan kesadaran
'tuk bela kebenaran

hari masih pagi
tak ada yang terlambat
Badi jalanan menghadang
parlemen jalanan berkaca
berteriak gelisah

Kutulis untukmu

dipundakmu
kugantungkan harapan
bahwa
HUkum adalah jalanya
di sana kebenaran berbicara
Selamat bertugas kesatriaku
kesatria pertiwi

Kamis, 08 Oktober 2009

SENYUM CERIA

By: Romald Kahardi

Senyum ceria
awal yang indah
menggapai harapan

Senyum ceria
awal yang indah
membangun harapan

Senyum ceria
awal yang indah
memulai persahabatan

Senyum ceria
awal yang indah
pratanda kehidupan

Senyum ceria
awal yang indah
menuju kebahagiaan

Senyum ceria
awal yang indah
merayakan kebebasan

Senyum ceria
Awal yang indah
merayakan kehidupan

Rabu, 09 September 2009

CICAK CICAK

By: Romald Kahrdi

Pagi datang menjemput
Dentuman alarm handphoneku berdecak bersahutan
Seorang saudara menyapa
dalam alunan suara semesta
cik-cak-cik-cak
Selamat pagi kawan
Hari sudah pagi
Bangkit dan mulailah harimu dengan doa
Persembahkan hidupmu untuk semesta

Kubuka mata
Menatap cakrawala kamar
Kudapat seorang sahabat menyapa
dalam lagu alam semesta
cik-cak-cik-cak
Selamat pagi kawan
Hari sudah pagi
Bangkit dan mulailah harimu dengan doa
Gunakan hidupmu untuk kebaikan semesta!

Rabu, 06 Mei 2009

Di kala kesal menghantaui nurani

Dikala kesal menghantui nurani
jiwa meronta berganti tanya
Dikala kalut menyelimuti jiwa
nurani bertutur merenggut nadi
Dikala kata memompa nafas
Hati terhentak menusuk dada
inikah namanya Kalut?
inikah namanaya pusing?
inikah namanya kesal?
inikah namanya bete?
Dikala tanya menyapa hati
nurani berujar ingin berbisik
Dikala sapa bertemu nadir
hati bertanya kepada jiwa
inikah namnya tanya?
inikah namanya sapa?
inikah namanya gusar?
Dikala kesal menghantui jiwa
hati berujar mencari kedamaian.

Selasa, 24 Maret 2009

bangunkan "mereka" di alam baka

Gemuruh bergelora
membelah nurani bumi
membesuk bianglala

Ada tangis bersemi kalbu
air mata bumi tertumpah
membongkar sukma insan pertiwi

Ada nyawa terbang melayang
membenam bersama gemuruh alam
Ada nyawa bertabur tangis
pergi bersama hembusan air

Tuhan
Inikah namanya duka
inikah namanya piluh?

Datang bersama kumandang adzan
bagai badai samudra pertiwi
menyapu
mengobrak
membenam bumi
Badai menerpa insan kehidupan

Tuhan bangunkan "mereka" di alam baka.

INDONESIA JAYA

Indonesia
Kubangga negeriku
Kubangga bangsaku
Indonesia jaya

Indonesia
Berkibarlah benderaku
Belahlah langit pertiwi
Merah putih bergema
Membentang di langit pertiwi
bangkitlah bangsaku
Indonesia jaya

Jakarta, 20 Mei 2008

Kamis, 12 Maret 2009

titip rindu buat ayah

Ayah

Aku rindu parasmu

Aku ingat candamu

Senyummu

Tawamu yang unik

Keceriaanmu

Kesopananmu

Kepolosanmu

Kehadiranmu

Keseriusanmu

Keanggunanmu



Ayah

Kurindu

Sapaanmu

Sentuhan tangan lembutmu

Pancaran kebahagiaanmu

Rona matamu

Decak kagummu

Panggilanmu

"tuakmu"

"timpesmu"

Air kelapamu

Sapamu

Salammu

Gurauanmu



Ayah

U'r the best

My everithing

and my hero



Ayah

Superstar

Sutradara kehidupanku

Pemberani

Pemburu

Pantang menyerah

Jalan keluar

Segalanya

Setia

Dan sabar



Ayah

Kutulis ini

Sebagai sapa

Kutitip rindu buatmu

Lewat kata yang terucap

Karena

Kau terlampau jauh

Untuk digapai

Dan mendahului aku

Ke langit surga



Ayah

Doaku menyertaimu

AMIN.



Jakarta, 13 Maret 2009

Selasa, 10 Maret 2009

A'qu Lebih Memilih Q'Mu

Sungguh ......
Inikah namanya Kesungguhan
Tulus ......
Inikah namanya kejujuran
Bagus ......
Inikah namanya pujian
Wajar ......
Inikah namanya Canda
Perih ......
Inikah namanya Rasa

Diam ........
Inikah namanya sebel
Indah ..........
Inikah namaya seni
Q'mu ......
Inikah namanya sapa
A'qu ......
Inikah nama Q'mu

Kalau A'qu sama dengan Q'amu
Aqu lebih memilih Q'mu.

Jakarta, Rabu, 11 Maret 2009

Jumat, 06 Maret 2009

KUTULIS UNTUKMU

Cinta
Kutulis untukmu
Sebuah lirik
Seuntai kata
Kata penuh makna
Tentang arti sebuah rindu

Cinta
Kutulis untukmu
Sepenggal kata
Seindah doa
Doa dalam harapan
Tentang arti sebuah persahabatan

Cinta
Kutulis untukmu
Sebuah lirik Seindah simphoni
Simphoni dalam kensunyian
Tentang makna sebuah kehidupan

Cinta
Kutulis untukmu
Seberkas harapan
Seuntai ungkapan
Menggugah nurani
Sungguh I Love You

Jakarta, 26 Februari 2009